muara dangkal nelayan resah
Friday, 17 February 2012
0
komentar
Adsense Content. recommended 336 X 300
PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Sejumlah nelayan mengeluhkan pendangkalan muara di Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan. Pendangkalan muara tersebut meresahkan nelayan karena mengganggu lalu lintas kapal. Bintoro, salah seorang nelayan mengatakan, karena muara dangkal, untuk bisa merapat ke TPI Kota Pekalongan, kapalnya harus menunggu air pasang. "Kadang bisa satu hari satu malam menunggu air pasang," terangnya, Jumat (17/2). Dia mencontohkan, kapalnya, Bintang Mas, sudah sampai ke perairan Kota Pekalongan pukul 00.00. Namun karena air pasang baru sekitar pukul 10.00, kapalnya terlambat menurunkan hasil tangkapan. Hal tersebut berdampak terhadap kualitas ikan. Pendangkalan muara tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas ikan, tetapi juga berdampak terhadap pendapatan nelayan. Bintoro menuturkan, untuk bisa merapat ke TPI Pekalongan, kapalnya harus ditarik dua kapal. Biaya yang harus dikeluarkan untuk kapal penarik itu, kata Bintoro, sebesar Rp 250.000 untuk satu kapal. Sehingga, biaya yang harus dikeluarkan untuk dua kapal penarik itu Rp 500.000. "Ini jelas mengurangi pendapatan kami. Karena pendapatan kami harus dikurangi lagi untuk membayar kapal penarik," sambungnya. Dia memaparkan, dengan nilai lelang Rp 500 juta, setelah dikurangi biaya perbekalan, masing-masing ABK yang berjumlah antara 30 hingga 40 orang menerima Rp 1,5 juta. Dengan adanya kapal penarik tersebut, pendapatan yang diterima para ABK berkurang karena biaya operasional yang dikeluarkan semakin besar. Terpisah, Wali Kota Pekalongan M Basyir Ahmad mengatakan, pendangkalan muara tersebut akan segera diatasi. "Berapa meter yang harus dikeruk? Kami akan segera berkoordinasi dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) dan provinsi untuk mengatasi permasalah tersebut," terangnya
0 komentar:
Post a Comment
pengunjung yg beretika adalah mereka yg meninggalkan coment